Menghindari pencurian Pulsa

Modus operandi pencurian pulsa ini adalah sebagai berikut: anda di iming imingi hadiah atau sms-sms lucu lucuan, atau ramalan, atau dijawab oleh artis tertentu secara pribadi…

Untuk mendapatkannya, anda harus subscribe dengan cara mengetik ” reg (spasi) xxxx” (nomor empat angka) dan andapun akan dikirimkan sms-sms sesuai langganan anda.

Kadang kadang (banyak) yang tidak secara gamblang memberitahukan cara berhenti registrasi (misalnya ditulis kecil2) dan ada biaya 2.000an setiap anda DIKIRIMI sms.

Nah bila ada content provider yang curang, meskipun anda berhenti langganan, biasanya dengan cara ketik “unreg (spasi) xxxx”, content provider tersebut tetap mengirimkan sms dan terus menggerus pulsa anda.

Berapa sebenarnya bisnis content provider ini.. ? kalau saya ambilkan dari jakartaglobe, maka rata rata 1 content provider ini mengantungi 10 milyar pertahun.

The industry consists of about 400 content provider companies that employ about 2,000 people and generate around Rp 4 trillion ($450 million) in revenue annually from more than 15 million customers, Yusuf said.

Dari data diatas, maka bisa dikatakan setiap tahunnya, rata rata konsumen content provider ini harus membayar sekitar 266.666 rupiah pertahunnya…

Untuk menghindarinya pencurian pulsa ini mudah sebenarnya… jangan pernah subscribe dg cara mengetik “reg spasi” apapun. Saya beri tiga alasan kuat untuk tidak subscribe yaitu :

  1. Tak ada gunanya
  2. Tak ada gunanya
  3. Tak ada gunanya

Maaf terlalu menggeneralisir… mungkin saja ada satu dua yang memang ada gunanya…

Breaking the Rule(s)

What do you call someone who understand the rules but consciously breaking it…? we have two names for them:

  1. Criminals
  2. Artists

the difference of the two is: The first one theyare breaking the rules for personal gain at the cost of others, while the second one they are breaking the rules without hurting anyone. You may be never be an artist if you break the rules without knowing it, you can however, become a criminal by breaking rules regardless you know it or not.

Breaking rules consciously is what make an abstract painting have a higher value than a 3 years old kid who paint randomly ( although sometime artist use a 3 years baby to paint their masterpiece).

Look at Picasso for example, he break most of rules, but still, we regard him as the greatest artist in century, he can paint according to the rules alright, but he chooses not to, he wants to paint his expression if it need to break some rules lets be it. This is what he wants doesn’t matter what others want.

Does he break all rules he knows…? I do not think so, he still maintain some rules to keep the color balance for example… so even he break rules, he knows exactly which one to break and which one to keep. Some who understand and can appreciate it, will be willing to  pay dearly for his paintings.

We can be an artist anywhere, in marketing, in class, in finance company etc… but we have two rules for it

1. We should understand the rules completely

2. Break the wrong rules, we can go to jail….

Jakarta 2.30AM. Damned you Insomnia… :)

Buku Baru Tentang Dahlan Iskan

Beberapa hari yang lalu Pak Ishadi S.K (Petinggi Trans Corp.)membagikan buku kebeberapa orang, termasuk saya. Beliau ternyata adalah editor dari buku yang baru tentang Dahlan Iskan. Pada dasarnya buku ini semacam bunga rampai, tulisan dari berbagai pihak baik dari sisi wartawan, Pengusaha, Mahasiswa, orang dalam PLN dll.

Setelah membaca buku ini, kita bisa menyimpulkan bahwa Dahlan Iskan mendapatkan tekanan yang luar biasa ketika mulai menjalani tugas yang diembannya. Saya masih ingat ketika awal beliau akan diangkat, beliau berdialog di TV One dengan seseorang karyawan PLN dengan baju gamisnya. Continue reading

Mystery shopper

Hari ini saya pulang dari Bandung menuju Jakarta dan berisitirahat di rest area Km-62 cikampek. Singkat cerita, setelah selesai mengisi bensin dan ke toilet,  kami memutuskan untuk take away salah satu Fast food agar nanti malam tidak perlu perg mencari makan.

Kami pun mengorder 3 buah “paket besar” (2 ayam, nasi plus softdrink) dan 1 kopi panas seharga kira kira hampir 100rb. Sampai dirumah ternyata setiap bungkus hanya berisi 1 ayam dada, terus terang sebenarnya saya agak bergembira karena itu mengurangi asupan fastfood.. :)

Tetapi saya berpikir… kira kira apa yang bisa dilakukan oleh marketing research untuk membantu restoran fastfood ini untuk mengetahui berapa kali kesalahan ini dilakukan, dimana kesalahannya dll…?

Salah satu cara yang mungkin bisa dilakukan adalah mystery shopper, yaitu peneliti pura pura menjadi pelanggan biasa untuk meng-asses  service level yang ada, misalnya kebersihan, berapa lama menunggu, berapa kali tidak sesuai order, apakah sesuai dengan SOP… dll dll.

Tidakkah cukup memiliki manager restorant yang memantaunya…?  Bagaimana menurut anda..? :)

The Biggest Risk People Can Take Now is Not Acting

How true, an independent trader told BBC what we should do in the time of recession.

“The first thing people should do is protect their assets, protect what they have. Because in less than twelve months, my prediction is the savings of millions of people gonna vanish. And this is just the beginning. So I would say, be prepared and act now. The biggest risk people can take right now is not acting.”

He talks lots of other (surprising) things,  The rest of the interview you can find it below, it’s worth watching:

Anti-Hobby

By definition: hobby is an activity done regularly in one’s leisure time for pleasure. But I think there are some activities that we can do regularly and enjoy it during leisure time, do more harm to your real hobby. Here is some examples…

  • Watching TV, generally is Anti-hobby
  • Reading gossip magazine is absolutely Anti-hobby
  • Shopping… I will say… err… emm…. not legitimate hobby

Those activities can steer you away from your real hobby, so turn off that TV and do the real one…