Kita Tidak Akan Pernah Siap

Perubahan akan selalu ada, apalagi pada saat sekarang dimana kita berusaha untuk lebih baik, lebih cepat, lebih murah dan lebih efisien. Katakanlah kalau kita mau membuat system baru bahwa employee dianjurkan untuk mengambil “WAH” atau “Work At Home” at least 3 hari dalam seminggu.. atau merubah system dari Windows ke Open Source apa yang kira kira  akan terjadi?

Meskipun kita sudah melakukan komunikasi keuntungan yang didapatkan, tetap saja akan ada orang yang  menentang, diam diam tidak melaksanakan, men-sabotase agar tidak terjadi, atau malah meng-abuse system untuk kepentingan pribadi.

Alasan yang biasanya terdengar adalah: “Kita belum siap untuk melakukannya” dalam berbagai versi misalnya:

  • (kita belum siap karena) System yang baru tidak user friendly (tunggu sampai user friendly)
  • (kita belum siap karena) System ini supportnya lemah (kita bikin / tunggu dulu sampai supportnya bagus)
  • (kita belum siap karena) System ini mudah utk di abuse (tunggu sampai mental karyawan bagus)
  • dll dll

Sejujurnya, kita tidak akan pernah siap 100% untuk melakukan perubahan, kalau kita menunggu sampai semuanya siap, kita akan malah ketinggalan. Bahkan mungkin tidak akan terjadi perubahan tersebut, dan benefit untuk menjadi yang terdepan akan hilang.

Ketika perubahan terjadi, percayalah kepada pemimpin kita, coba dan lakukan perubahan dengan sepenuh hati, setidaknya anda memiliki pengalaman yang baru dan memiliki “hak” memberikan feedback untuk memperbaikinya… tidak perlu “nggrundel”, sabotase dan abusive… tidak ada gunanya… Kalau ada masalah… Hei, it’s part of the fun.. :)

Leaders… be strong, karena selalu akan ada yang pesimis… it is your job to convince them…

Alternatif Pengukuran di Social Media – SITTI

Beberapa hari yang lalu saya diundang untuk hadir dalam perhelatan @JuaraSocMed atau #SITTIaward yang berlangsung pada tanggal 14 Dec 2010 Terima kasih atas undangannya. berikut ini adalah beberapa take out dari event tersebut.

Disclaimer: Saya tidak mendapatkan keuntungan finansial ataupun non-finansial kecuali di undang pada event tersebut.

Pada dasarnya acara tersebut adalah pemberian penghargaan kepada beberapa merek dan individual yang paling banyak di bicarakan (dalam konteks positif atau netral) di social media yang meliputi facebook, twitter dan juga blog.

Kita tahu bahwa sosial media berkembang sangat pesat dan menjadi relevant untuk bisnis tetapi bagaimana menggunakan dan juga mengukur ke efektifannya masih belum jelas. SITTI sebagai satu startup bisnis di Indonesia mencoba untuk melakukan pengukuran di sosial media ini.

Pemberian penghargaan ini mungkin untuk menujukkan bahwa pengukuran di Social Media sudah bisa dilaksanakan di Indonesia. Cara yang dipakai untuk menentukan (pengukuran) pemenang adalah sebagai berikut:

  1. Menggunakan mesin “crawler” untuk meng”capture” sebuah kata (i.e merek) di Facebook, Twitter dan blog yang berbahasa Indonesia. Crawler ini sepengetahuan saya semacam yang di gunakan untuk search enginge dalam mengindex dan me-rangking website di seluruh dunia.
  2. Dengan “crawler” tersebut, maka dimungkinkan untuk menjelajahi semua account twitter, facebook dan blog (tentu saja yang privasinya tidak di set “private”) untuk mencari sebuah kata. Artinya mesin crawler ini melakukan sensus dari seluruh account di socmed tanpa kecuali..
  3. Mesin tersebut juga mengumpulkan kata lain yang relevant dari kata yang di cari. misalanya kalau yang di cari adalah kata instant noodle, maka yang di dapat mungkin adalah beberapa merek dan juga kata lain yang memberinya konteks misalkan “enak”, “bahan pengawet” dll
  4. Panitia akan memfilter beberapa konteks tersebut dan make sure bahwa yang di bicarakan adalah hal positive atau setidaknya netral.
  5. Kemudian ditentukan siapa yang paling banyak di bicarakan tidak dalam konteks negative, maka dialah yang menang.

So congratulation bagi yang menang (pemenangnya bisa dilihat disini: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/12/15/09260353/Ini.33.merek.Berpengaruh.di.Social.Media)

Mungkin ada pertanyaan “kalau menang Juara SocMed… so what..?” Kita tahu bahwa sebenarnya Award ini (juga award2 yang lain) memberikan “bragging right” kepada pemenang untuk mengatakan “saya yang terbaik”. Tetapi kedepannya aplikasinya bisa bermacam macam

Misalkan kita punya merek yang di positioning-kan sebagai  “snack keren” dan ingin menggunakan SocMed untuk alat komunikasi, Kita dapat menggunakan alat ini untuk mencari, kata apa yang relevant dengan “snack keren”, Brand apa yang sudah ada disana, bagaimana dg brand kita, siapa brand ambassador yang sesuai bahkan kita bisa men track apakah terjadi perubahan karena komunikasi kita, are we creating the positive buzz in SocMed..? dst dst… Terus terang cukup impressive bagi saya yang bukan “geek” ini.

Tetapi berbicara dg rekan “geek” yang lain, beberapa mengatakan bahwa ini bukan teknologi baru, dan beberapa orang di indonesia juga sedang mengembangkannya meskipun tidak se-extensive SITTI dg resourcesnya.

Kalau anda melihat saya seperti Jualan SITTI, simply karena saya meng apresiasi keberanian rekan rekan mendirikan start up ini. Saya berpendapat bahwa meskipun resources cukup, tanpa modal berani (atau mungkin nekad) ide hanya akan sebatas ide tidak akan ter-realisasi.

Bukan resources yang menentukan tapi resourcefulness, mudah mudahan ini menjadi inspirasi bagi start up yang lain… sukses untuk anda semua..! silakan ke www.sitti.co.id untuk informasi lebih lanjut, atau post comment di bawah

Wifi Set Up : TP-Link TL-WR1043ND dan Speedy

Wifi

Ternyata memasang Wifi tidaklah mudah tinggal colok dan semua beres…, meskipun bagi beberapa orang mudah, tapi bagi saya membingungkan sekali, karena mengikuti manualnya ternyata tidak bisa langsung berhasil dengan baik…

Setelah browsing kesana kemari (saya sudah agak lupa di web mana saya mendapatkan pencerahannya) berikut ini adalah yang saya lakukan untuk bisa memasang wifi dengan baik.

  1. Setelah semua dipasang seperti pada manual dan di “on” kan semua dan semua (modem, router dan komputer) berfungsi baik maka anda siap untuk men set upnya… tidak perlu pakai disk…
  2. Buka internet browser anda dan isikan nomer ini : 192.168.1.1 di browser anda dan tekan ENTER
  3. Maka anda akan diminta untuk mengisikan password, isikan :  User: admin ; Password: admin tekan ENTER (bila tidak, check koneksi kabel2 anda)
  4. Sekarang anda akan masuk ke halaman set-up / Menu
  5. Klik di menu : Network -> LAN ganti IP TPlink dengan: 192.168.2.1 (dari 192.168.1.1), dan Subnet mask : 255.255.255.0 (kalau sudah terisi angka ini biarkan saja) ini adalah langkah penting yang tidak ada dalam manual dan membuat pusing tujuh keliling :)
  6. Kemudian reboot tplinknya menu: System Tools -> Reboot
  7. Isikan angka :192.168.2.1 di browser dan tekan  ENTER
  8. Klik Quick Setup dan terus klik NEXT sampai habis, tidak perlu merubah / mengisi apapun meskipun disuruh mengisi user dan password
  9. Ketika Finish anda akan di suruh me-reboot… klik reboot saja dan tunggu sampai selesai
  10. Klik : Network -> WAN ganti WAN Connection type dari PPPoE menjadi dynamic IP Langkah yang penting karena kalau pakai PPPoE harus tahu passwordnya, saya tidak tahu passwordnya apaan.. :). Ini juga membuat kepusingan ke dua yg saya alami.
  11. Klik : Wireless -> Wireless Setting isi SSID dengan nama yang ingin anda tampilkan (boleh apasaja) dan REGION: Indonesia yang lain pasrahkan saja
  12. Kalau mau memberi password klik Wireless -> Wireless Security pilih security yang dikehendaki… untuk kasus saya, saya pilih Disable security (karena tidak tahu ngisi security form itu)
  13. Kemudian langkah terakhir: System Tools -> Reboot
  14. tunggu sampai selesai, cabut kabel yang menghubungkan tplink dan komputer… router anda siap digunakan

jangan takut untuk coba coba… kalau salah dan ribet tinggal di hard reset caranya adalah: lihat dibelakang TP-Link anda, ada lubang kecil, colok saja pakai tusuk gigi (ditumpulin) sekitar 10 detik, maka ulangi langkah diatas…

Kalau anda mengikuti step2 ini, maka kemungkinan Wifi anda bisa berjalan, tapi kurang secure… nah kalau tahu cara yang mantap untuk securing wifi model ini tolong di postkan di bawah, juga kalau ada kekurangan silahkan di koreksi.

Selamat menikmati browsing tanpa kabel.. :)

Scam is everywhere

Scam is every where, even in a company or factory who says “honesty” as one of their values

  • They scam you by asking you to always follow the “instruction”…
  • They scam you by asking you to do the same over and over again, only faster
  • They scam you by telling you that it is saver to “play save”
  • They scam you by making you an easily replaceable worker

ThanksGiving ala Indonesia

Beberapa hari lalu adalah hari Thanksgiving yang dirayakan oleh masyarakat Amerika, berikut ini adalah twit saya tentang thanksgiving ala Indonesia, sayangnya sudah mulai tergusur dengan kesibukan jaman. silakan menikmati.. :)

1. Thanksgiving ini merupakan festival utk berterima kasih krn musim dingin telah berakhir, Bakal byk makanan tersedia, hal yg patut dirayakan

2. Di Indonesia sendiri kita memiliki perayaan yang hampir mirip.. Dulu di tempat saya ada bersih desa, semua bergembira menyambut musim tanam

3. Ada “kondangan”, dimana setiap keluarga membawa makanan ke balai desa yg bentuknya spt nasi tumpeng, nasi di tengah & lauk pauk dipinggir..

4. Yang kaya membawa tumpeng besar, yg tidak mampu-pun boleh datang tanpa membawa apa apa, makanan di tata berderet di lantai…

5. Kentonganpun di tabuh, pertanda akan dimulainya acara, semua yg dtg mengambil tempat duduk ber sila di lantai bertikar mengelilingi tumpeng

6. Semua orang ceria, membicarakan apa saja mulai dr bola sampai rencana tanam, ini adl meeting besar, tak satupun makan sblm dimulainya acara

7. Anak anak duduk disamping ayahnya, mereka berpeci berbaju bersih, sudah mandi dan berbau wangi… Boleh minum teh yg sudah disediakan..

8. Tapi tak ada wanita dewasa, Ini urusan macho, urusan cangkul dan bajak. Wanita meramu bumbu, meracik tempe-tahu, ayam & urap tak ketinggalan

9. Balai desa pun bagai istana sederhana… Dan ketika jam 6.30 tepat pak lurah bersabda ” Jagabaya sing ndonga ya”, tak ada kata “saudara2″…

10. Tak ada sambutan bertele tele, tak ada kata “yg terhormat bapak ini bapak itu” “jagabaya yg mimpin doa ya” itu saja yg keluar dr mulutnya

11. Pak Jagabaya (penjaga keamanan) pun memimpin doa, berterima kasih kepada Tuhan dan meminta berkah dlm musim tanam ini, yg lain meng-amin-i

12. Ketika sesesai berdoa, tutup tumpeng dan lauk pauk di buka… Tumpeng yg di depan kita bukanlah tumpeng yg kita bawa, dan tak ada piring..

13. Di sediakan “Pincuk” dari daun pisang, ada juga yg lgs membuat pincuk dari tutup nasi dan lauk, kitapun makan bersama tanpa sendok garpu..

14. Semua makan “muluk” mencomot lauk dari tumpeng manapun halal. Comot kiri, kanan, depan, belakang boleh… ayam bakar bumbu rujak jadi idola

15. Sedikit kacau tapi semuanya tertawa dan meneruskan makan minum… Yg kira kira berlangsung 30 menit… Inilah puncak dan akhir acara…

16. Acara ditutup dg… Membungkus makanan sisa… Pasti akan bersisa karena tumpeng yg kita bawa lebih banyak dari yg kita bisa makan sendiri..

17. Tapi ini bukan sembarang makanan sisa…! Ini adalah makanan yang sudah diberi doa… Di berkati oleh yang maha kuasa…

18. Maka kami menyebut bungkusan makanan itu sebagai “Berkat” makanan dengan energy positif yang berlimpah limpah, yg dirumah wajib kebagian..!

19. Dan setiap orangpun membawa pulang “berkat” sesuai anggota rmh tangganya (atau lebih) dg lauk yg berbeda dari yg tadi dibawanya..

20. Itulah ThanksGiving ala Indonesia yang kami di-desa menyebutnya sebagai “Banca’an”, sayangnya ritual semacam ini sudah jarang terjadi

21. Mungkin karena kita semua sibuk, dan ritual tersebut sudah dipandang ketinggalan jaman. Tapi masihkah nilai nilai tersebut relevan..?

22. Nilai dimana kita yang merasa ber “kelebihan” mau berbagi (sharing) dengan orang lain tanpa memandang miskin dan kaya..?

23. Alangkah sedihnya kalau kita bunuh ritual, sekaligus dg nilai yg ada… Kenapa kita tidak berbagi, tak harus uang, tak harus materi..

24. Mungkin membagi Ilmu dan Pengalaman dapat membuat negara ini maju dan mandiri, Mungkin itu yg bisa kita mulai, demikian inspirasi pagi ini

Indonesia berada di tipping point

Banyak hal yang memberikan tanda bahwa Indonesia sekarang sedang berada pada tipping point, dimana ketika titik ini terlewati, maka perubahan besar akan terjadi.

Bayangkan ketika ditemukannya telepone, sedikit telephone tidak akan effisien, tetapi ketika pemilik telephone mencapai jumlah tertentu, maka bisa dipastikan demand telepon akan meningkat sangat pesat. Jadi apa tanda tanda indonesia sudah masuk dalam tipping point?

GDP per capita Indonesia akan masuk ke US$ 3.000 per capita di tahun depan, menurut beberapa ekonom, ini adalah titik dimana sebuah negara akan maju pesat, karena titik ini adalah standard of living yang diperlukan untuk negara ini berkembang. Tentu saja GDP percapita saja bukan jaminan tapi lihat hal yang lain dibawah ini.

Internet penetration sekarang mencapai 30%, hampir sepertiga dari penduduk kita terhubung ke Internet, thanks to smart phone yang sekarang sudah semakin murah, Indonesia adalah pemakai twitter ke dua di dunia setelah Amerika. Kalau twitter adalah negara, maka Indonesia adalah kota metropolitannya.

Kelas menengah yang semakin kuat dan saling terhubung, Mungkin juga pengaruh dari akses ke internet semakin banyak, kelas menengah sekarang terhubung satu dengan yang lainnya, dan mudah berkomunikasi.  Sebuah gerakan yang dulu sporadis, sekarang bisa dilakukan bersama sama yang jauh lebih efisien dan effektif.

Tambahkan ketiga hal tersebut diatas dengan kondisi ekonomi yang berkembang pesat dari tahun ke tahun,  stabilitas politik yang sudah mulai membaik, maka saya sangat yakin bahwa kita sekarang sedang menyaksikan Indonesia yang bangkit dan berlari cepat.

Pertanyaanya adalah: ketika semua ini terjadi, dimanakah anda akan berada..? sebagai penonton atau sebagai pemain, alangkah ruginya kita ketika melihat ini hanya sebagai penonton… ini adalah kesempatan emas untuk setiap orang dalam berkarya…

Bila anda punya mimpi, ini adalh saat yang tepat untuk memulai… jangan sampai tertinggal dan tenggelam dalam perubahan… mari..